Label

Rabu, 20 Januari 2010



Mekanisme minyak bumi

Mekansime minyak bumi

Mekansime minyak bumi
minyak bumi dan gas alam merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Walaupun demikian minyak bumi memegang peranan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan manusia. Lantas bagaimana kita memperolehnya yang kita tahu sendiri minyak bumi bersarang d idasar tanah yang memiliki kedalaman berkilometer did dasar tanah. Pada waktu belajar fisika, kita pastinya tentu tahu tentang konduktivitas. Konsep ini yang akan kita gunakan untuk menentukan apakah ada kandungan minyak bumi dalam tanah. Berdasarkan strukturnya, minyak bumi terletak pada batuan sedimen yang terdiri dari batuan pasir yang mengeras dan memiliki pori-pori yang sangat rapat dan ditemukan pada kedalaman satu sampai enam mil.
Sistem kerja dari konduktivitas yang telah dipelajari ialah proses serah terima muatan sehingga menghasilkan suatu energi listrik. Kebanyakan batuan tidak dapat menghantarkan listrik. Tetapi, Yang perlu diingat bahwa batuan yang berpori-pori serta memiliki kandungan garam didalamnya dapat menghantarkan listrik dengan baik, misalnya padatan dari NACL sangat baik digunakan ssebagai konduktor karena memiliki koefisien restitusi limit n0l. Bagaimana sebenarnya mekanisme konduktivitas ; Dipermukaan tanah dialirkan arus listrik searah menuju elektroda A yang berada didasar tanah dan elektroda B dihubungkan pada voltmeter. Elektroda B yang terhubung digunakan untuk mengetahui potensial listrik. Potensial listrik berbanding lurus dengan arus dan berbanding terbalik dengan konduktivitas lapisan batuan. Ini yang akan membuat suatu bentuk kurva resistivitas yang berbanding terbalik dengan konduktivitas yang memiliki outputan sebagai lapisan yang mengandung agaram yang diteggarai memiliki kandungan minyak.
Saat ini metode untuk mengetahui keberadaan minyak dalam tanah telah jauh berkembang. Salah satunya adalah dengan menggunakan prinsip bahwa gelombang suara merambat dengan kecepatan yang berbeda saat melalui lapisan tertentu. Para ahli kemudian menggunakan sonar untuk mengetahui apa yang ada dalam lapisan tanah.
Metode lain adalah dengan prinsip bahwa radiasi bahan radioaktif lebih mudah menembus lapisan batuan yang mengandung bahan tertentu. Dengan memasukkan bahan radioaktif ke dalam sumur minyak dan mengukur radiasi yang dipancarkannya dapat diperkirakan apa yang terkandung dalam lapisan batuan itu.
Berbagai metode pengukuran ini biasanya dipakai secara bersama-sama dan hasilnya digunakan untuk memperkirakan apa yang terkandung dalam lapisan batuan di lokasi pengeboran.















Sumber Minyak Bumi
Ir. Endang Prasetyaningsih, M.Tmateri ppt dapat didownload disiniI. ASALMerupakan hasil proses alam, dari zat organik yang tertimbun selama ribuan tahunPenghasil utama bahan bakar, bahan-bahan petrokimiaII. KOMPOSISI MINYAK BUMIFase : cair, gas, padatKomposisi utama :a. Hidrokarbon (83 – 87 % C,11 – 14 % H)b. Senyawa Nitrogen (0 – 0,5 %)c. Senyawa Sulfur (0 – 6 %)d. Oksigen (0 – 3,5 %)Kualitas minyak bumi diukur dengan bilangan oktanBilangan OktanPengukuran terhadap kemampuan bahan bakar untuk menghindari atau mengatasi “knocking” (berisik pada mesin) disebabkan oleh compression ratio pada motor relatif tinggiDitentukan dengan memasukkan bahan bakar yang akan diukur pada motor khusus yang mempunyai satu silinder, kemudian dibandingkan dengan motor tertentu, yang dijalankan dengan perbandingan bahan bakar :Iso-oktana : n-heptana(2.2.4 trimethyl pentane)Bilangan oktan iso-oktana = 100n-heptana = 0
Perbandingan persen volumetrik iso-oktana & n-heptana yang memberikan jumlah ketukan yang sama terhadap bahan bakar yang diuji, menyatakan bilangan oktan bahan bakar yang diujiContoh :Campuran 90 % volume iso-oktana &10 % volume n-heptanamemberikan ketukan yang sama dengan bahan bakar X pada motor uji berarti bilangan oktan bahan bakar X adalah 90III. PENGGOLONGAN MINYAK BUMI (berdasarkan hidrokarbon yang dikandung)Minyak mentah parafinik (parafin, isoparafin, olefin) rantai hidrokarbon terbukaMinyak mentah naphtenik (naphtena) rantai hidrokarbon tertutup(cincin)Campuran (mixed based)
JENIS-JENIS MINYAK MENTAH BERDASARKAN KOMPOSISI HIDROKARBONAliphatics/rantai hidrokarbon terbukan parafin (CnH2n+2)
fraksi utama
bilangan oktan rendah
Iso parafin (CnH2n+2)Jumlah sedikitDapat dinaikkan melalui proses-proses lanjutanMempunyai rantai cabangBaik untuk “internal combustion engine”
Olefin (CnH2n+2)
Tidak ada dalam minyak mentahHasil proses cracking katalitisBaik untuk bahan baku zat petrokimiaB. Aromatic/senyawa cincin.1. Naphtena (CnH2n) sikloheksanaBanyak dalam minyak mentahSenyawa siklis jenuh & tidak reaktifMR rendah dimanfaatkan sebagai bahan bakarMR tinggi berada dalam fraksi gas
Aromatis (CnH2n-6)Berjumlah sedikit dalam minyak mentahDibutuhkan dalam bensin (premium) karena mempunyai anti knockingSering dipisahkan dari minyak bumi sebagai bahan baku petrokimiaC. Pengotor1. Senyawa Sulfur dan NitrogenMerupakan kotoranSulfur berbau dan dapat menimbulkan korosiPada bensin dan minyak tanah kedua senyawa ini dipisahkan dari produk
IV. PRODUK – PRODUK MINYAK BUMIDibedakan berdasarkan titik didihGas kilangC1 & C2 : untuk bahan bakar di kilangC3 : las propana, bahan bakar rambu lautLPG : bahan bakar rumah tanggaKerosinUntuk bahan bakar keperluan rumah tangga
Aviation turbine fuelUntuk bahan bakar pesawat jet (mesin turbin)4. Aviation gasolineUntuk bahan bakar pesawat terbang5. Motor gasolineUntuk bahan bakar kendaraan bermotor (super, premium, premix, TT, Super TT)
6. High speed diesel fuel (minyak solar)Untuk mesin disel7. Industrial diesel fuel (minyak disel)untuk mesin disel berat8. ResiduUntuk bahan bakar industri petrokimia, bahan bakar industri (umum), bahan baku perlumas dsb.
Produk-produk sampingPelarut (benzena,toluena, xilena)Lilin (membatik)AspalPetroleum cokeV. PENGOLAHANPROSES UTAMAPenyulinganUntuk memisahkan jenis-jenis minyak berdasarkan titik didih dalam kolom destilasiPerengkahan (cracking)Untuk memecah hidrokarbon berat menjadi kecilHasil : gasoline dengan mutu baikHasil samping : butana, iso butana & olefin ringan
ReformingPerubahan bentuk/struktur molekulMemanaskan bensin, uap dilewatkan tumpukan katalisator sehingga terjadi perubahan bentukAlkilasiPenggabungan molekul-molekul 2 jenisMolekul-molekul gas :butylene & isobutane menjadi akylate (bahan avtur)
PolimerisasiPenggabungan molekul-molekul sejenismolekul-molekul gas digabung menjadi polimerUntuk pembuatan bensin mutu tinggiPemurnianPembuangan kotoran pada produkPemurnian berdasarkan sifat produk,
misal :“copper sweetening” & “doctor treating” untuk menghilangkan kotoran penyebab karat dan bau“acid treatment” untuk membuang lumpur sambil memperbaiki warna dan daya tahan“desulfurizing” untuk menghilangkan Sulfur yang dapat menyebabkan karatBlending (pencampuran)Bensin untuk dijual harus diberi :Additive : TEL (Tetra Ethyl Lead) untuk menambah tenaga dan mengurangi knockingInhibitor : agar tahan lama
PROSES - PROSES TAMBAHAN UNTUK MEMPERBAIKI KUALITASProses dewaxingUntuk menghilangkan “wax” ( n parafin MR tinggi)Untuk menghasilkan minyak pelumas dengan pour point rendahProses deasphaltingProses penghilangan asphaltUntuk menghasilkan minyak pelumasProses penghilangan sulfur

Sumber Minyak Bumi
Ir. Endang Prasetyaningsih, M.Tmateri ppt dapat didownload disiniI. ASALMerupakan hasil proses alam, dari zat organik yang tertimbun selama ribuan tahunPenghasil utama bahan bakar, bahan-bahan petrokimiaII. KOMPOSISI MINYAK BUMIFase : cair, gas, padatKomposisi utama :a. Hidrokarbon (83 – 87 % C,11 – 14 % H)b. Senyawa Nitrogen (0 – 0,5 %)c. Senyawa Sulfur (0 – 6 %)d. Oksigen (0 – 3,5 %)Kualitas minyak bumi diukur dengan bilangan oktanBilangan OktanPengukuran terhadap kemampuan bahan bakar untuk menghindari atau mengatasi “knocking” (berisik pada mesin) disebabkan oleh compression ratio pada motor relatif tinggiDitentukan dengan memasukkan bahan bakar yang akan diukur pada motor khusus yang mempunyai satu silinder, kemudian dibandingkan dengan motor tertentu, yang dijalankan dengan perbandingan bahan bakar :Iso-oktana : n-heptana(2.2.4 trimethyl pentane)Bilangan oktan iso-oktana = 100n-heptana = 0
Perbandingan persen volumetrik iso-oktana & n-heptana yang memberikan jumlah ketukan yang sama terhadap bahan bakar yang diuji, menyatakan bilangan oktan bahan bakar yang diujiContoh :Campuran 90 % volume iso-oktana &10 % volume n-heptanamemberikan ketukan yang sama dengan bahan bakar X pada motor uji berarti bilangan oktan bahan bakar X adalah 90III. PENGGOLONGAN MINYAK BUMI (berdasarkan hidrokarbon yang dikandung)Minyak mentah parafinik (parafin, isoparafin, olefin) rantai hidrokarbon terbukaMinyak mentah naphtenik (naphtena) rantai hidrokarbon tertutup(cincin)Campuran (mixed based)
JENIS-JENIS MINYAK MENTAH BERDASARKAN KOMPOSISI HIDROKARBONAliphatics/rantai hidrokarbon terbukan parafin (CnH2n+2)
fraksi utama
bilangan oktan rendah
Iso parafin (CnH2n+2)Jumlah sedikitDapat dinaikkan melalui proses-proses lanjutanMempunyai rantai cabangBaik untuk “internal combustion engine”
Olefin (CnH2n+2)
Tidak ada dalam minyak mentahHasil proses cracking katalitisBaik untuk bahan baku zat petrokimiaB. Aromatic/senyawa cincin.1. Naphtena (CnH2n) sikloheksanaBanyak dalam minyak mentahSenyawa siklis jenuh & tidak reaktifMR rendah dimanfaatkan sebagai bahan bakarMR tinggi berada dalam fraksi gas
Aromatis (CnH2n-6)Berjumlah sedikit dalam minyak mentahDibutuhkan dalam bensin (premium) karena mempunyai anti knockingSering dipisahkan dari minyak bumi sebagai bahan baku petrokimiaC. Pengotor1. Senyawa Sulfur dan NitrogenMerupakan kotoranSulfur berbau dan dapat menimbulkan korosiPada bensin dan minyak tanah kedua senyawa ini dipisahkan dari produk
IV. PRODUK – PRODUK MINYAK BUMIDibedakan berdasarkan titik didihGas kilangC1 & C2 : untuk bahan bakar di kilangC3 : las propana, bahan bakar rambu lautLPG : bahan bakar rumah tanggaKerosinUntuk bahan bakar keperluan rumah tangga
Aviation turbine fuelUntuk bahan bakar pesawat jet (mesin turbin)4. Aviation gasolineUntuk bahan bakar pesawat terbang5. Motor gasolineUntuk bahan bakar kendaraan bermotor (super, premium, premix, TT, Super TT)
6. High speed diesel fuel (minyak solar)Untuk mesin disel7. Industrial diesel fuel (minyak disel)untuk mesin disel berat8. ResiduUntuk bahan bakar industri petrokimia, bahan bakar industri (umum), bahan baku perlumas dsb.
Produk-produk sampingPelarut (benzena,toluena, xilena)Lilin (membatik)AspalPetroleum cokeV. PENGOLAHANPROSES UTAMAPenyulinganUntuk memisahkan jenis-jenis minyak berdasarkan titik didih dalam kolom destilasiPerengkahan (cracking)Untuk memecah hidrokarbon berat menjadi kecilHasil : gasoline dengan mutu baikHasil samping : butana, iso butana & olefin ringan
ReformingPerubahan bentuk/struktur molekulMemanaskan bensin, uap dilewatkan tumpukan katalisator sehingga terjadi perubahan bentukAlkilasiPenggabungan molekul-molekul 2 jenisMolekul-molekul gas :butylene & isobutane menjadi akylate (bahan avtur)
PolimerisasiPenggabungan molekul-molekul sejenismolekul-molekul gas digabung menjadi polimerUntuk pembuatan bensin mutu tinggiPemurnianPembuangan kotoran pada produkPemurnian berdasarkan sifat produk,
misal :“copper sweetening” & “doctor treating” untuk menghilangkan kotoran penyebab karat dan bau“acid treatment” untuk membuang lumpur sambil memperbaiki warna dan daya tahan“desulfurizing” untuk menghilangkan Sulfur yang dapat menyebabkan karatBlending (pencampuran)Bensin untuk dijual harus diberi :Additive : TEL (Tetra Ethyl Lead) untuk menambah tenaga dan mengurangi knockingInhibitor : agar tahan lama
PROSES - PROSES TAMBAHAN UNTUK MEMPERBAIKI KUALITASProses dewaxingUntuk menghilangkan “wax” ( n parafin MR tinggi)Untuk menghasilkan minyak pelumas dengan pour point rendahProses deasphaltingProses penghilangan asphaltUntuk menghasilkan minyak pelumasProses penghilangan sulfur

Selasa, 19 Januari 2010





ENGANTAR
Minyak bumi (Crude Oil) dan gas alam merupakan senyawa hidrokarbon. Rantai karbon yang menyusun minyak bumi dan gas alam memiliki jenis yang beragam dan tentunya dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Sifat dan karakteristik dasar minyak bumi inilah yang menentukan perlakuan selanjutnya bagi minyak bumi itu sendiri pada pengolahannya. Hal ini juga akan mempengaruhi produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak tersebut.
Berdasarkan model OWEM (OPEC World Energy Model), permintaan minyak dunia pada periode jangka menengah (2002-2010) diperkirakan meningkat sebesar 12 juta barel per hari (bph) menjadi 89 juta bph atau tumbuh rata-rata 1,8% per tahun. Sedangkan pada periode berikutnya (2010-2020), permintaan naik menjadi 106 juta bph dengan pertumbuhan sebesar 17 juta bph.
Sumber data: http://dtwh2.esdm.go.id/dw2007/
Pengetahuan tentang minyak bumi dan gas alam sangat penting untuk kita ketahui, mengingat minyak bumi dan gas alam adalah suatu sumber eneri yang tidak dapat diperbaharui, sedangkan penggunaan sumber energi ini dalam kehidupan kita sehari-hari cakupannya sangat luas dan cukup memegang peranan penting atau menguasai hajat hidup orang banyak. Sebagai contoh minyak bumi dan gas alam digunakan sebagai sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor, dan industri, kedua bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil.
Oleh karen itu sebagai generasi penerus bangsa, kita juga harus memikirkan bahan bakar alternatif apa yang dapat digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil ini, jika suatu saat nanti bahan bakar ini habis.
halaman berikutnya

Minyak bumi terbentuk sebagai hasil akhir dari penguraian bahan-bahan organik (sel-sel dan jaringan hewan/tumbuhan laut) yang tertimbun selama berjuta tahun di dalam tanah, baik di daerah daratan atau pun di daerah lepas pantai. Hal ini menunjukkan bahwa minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Terbentuknya minyak bumi sangat lambat, oleh karena itu perlu penghematan dalam penggunaannya.
Di Indonesia, minyak bumi banyak terdapat di bagian utara Pulau Jawa, bagian timur Kalimantan dan Sumatera, daerah kepala burung Papua, serta bagian timur Seram. Minyak bumi juga diperoleh di lepas pantai Jawa dan timur Kalimantan.
Minyak bumi kasar (baru keluar dari sumur eksplorasi) mengandung ribuan macam zat kimia yang berbeda baik dalam bentuk gas, cair maupun padatan. Bahan utama yang terkandung di dalam minyak bumi adalah hidrokarbon alifatik dan aromatik. Minyak bumi mengandung senyawa nitrogen antara 0-0,5%, belerang 0-6%, dan oksigen 0-3,5%. Terdapat sedikitnya empat seri hidrokarbon yang terkandung di dalam minyak bumi, yaitu seri n-paraffin (n-alkana) yang terdiri atas metana (CH4) sampai aspal yang memiliki atom karbon (C) lebih dari 25 pada rantainya, seri iso-paraffin (isoalkana) yang terdapat hanya sedikit dalam minyak bumi, seri neptena (sikloalkana) yang merupakan komponen kedua terbanyak setelah n-alkana, dan seri aromatik (benzenoid).
Komposisi senyawa hidrokarbon pada minyak bumi tidak sama, bergantung pada sumber penghasil minyak bumi tersebut. Misalnya, minyak bumi Amerika komponen utamanya ialah hidrokarbon jenuh, yang digali di Rusia banyak mengandung hidrokarbon siklik, sedangkan yang terdapat di Indonesia banyak mengandung senyawa aromatik dan kadar belerangnya sangat rendah.
Minyak bumi berdasarkan titik didihnya dapat dibagi menjadi sembilan fraksi. Pemisahan ini dilakukan melalui proses destilasi.
Tabel Fraksi-fraksi minyak bumi
Permasalahan terjadi ketika produk minyak bumi yang dimanfaatkann manusia memunculkan efek yang tidak diinginkan bagi manusia itu sendiri ataupun bagi lingkungan sekitar. Sebagai contoh adalah produk minyak bumi plastik, yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan karena sulit didegradasi (memerlukan waktu yang lama untuk menghancurkannya). Belum lagi bahaya tumpahan minyak bumi dalam jumlah besar di laut seperti yang terjadi pada bulan Maret 1989 di dekat Prince William Sound, Alaska (11 juta galon minyak bumi dari super tanker Exxon Valdex tumpah ke laut) yang menimbulkan kerusakan berat ekosistem laut. Bahkan menurut catatan, biaya yang diperlukan untuk membersihkan tumpahan minyak tersebut diduga mencapai 1,5 milyar dolar Amerika Serikat.
Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan yang lebih efektif dan efisien dalam mengatasi limbah yang ditimbulkan oleh produk minyak bumi. Salah satu metode paling cepat adalah dengan degradasi minyak bumi yang memanfaatkan mikroorganisme atau yang sering disebut biodegradasi.
Dekomposisi Minyak Bumi
Degradasi minyak bumi dapat dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri, beberapa khamir, jamur, sianobakteria, dan alga biru. Mikroorganisme ini mampu menguraikan komponen minyak bumi karena kemampuannya mengoksidasi hidrokarbon dan menjadikan hidrokarbon sebagai donor elektronnya. Mikroorganisme ini berpartisipasi dalam pembersihan tumpahan minyak dengan mengoksidasi minyak bumi menjadi gas karbon dioksida (CO2). Sebagai contoh, bakteri pendegradasi minyak bumi akan menghasilkan bioproduk seperti asam lemak, gas, surfaktan, dan biopolimer yang dapat meningkatkan porositas dan permeabilitas batuan reservoir formasi klastik dan karbonat apabila bakteri ini menguraikan minyak bumi.
Di dalam minyak bumi terdapat dua macam komponen yang dibagi berdasarkan kemampuan mikroorganisme menguraikannya, yaitu komponen minyak bumi yang mudah diuraikan oleh mikroorganisme dan komponen yang sulit didegradasi oleh mikroorganisme.
Komponen minyak bumi yang mudah didegradasi oleh bakteri merupakan komponen terbesar dalam minyak bumi atau mendominasi, yaitu alkana yang bersifat lebih mudah larut dalam air dan terdifusi ke dalam membran sel bakteri. Jumlah bakteri yang mendegradasi komponen ini relatif banyak karena substratnya yang melimpah di dalam minyak bumi. Isolat bakteri pendegradasi komponen minyak bumi ini biasanya merupakan pengoksidasi alkana normal.
Komponen minyak bumi yang sulit didegradasi merupakan komponen yang jumlahnya lebih kecil dibanding komponen yang mudah didegradasi. Hal ini menyebabkan bekteri pendegradasi komponen ini berjumlah lebih sedikit dan tumbuh lebih lambat karena kalah bersaing dengan pendegradasi alkana yang memiliki substrat lebih banyak. Isolasi bakteri ini biasanya memanfaatkan komponen minyak bumi yang masih ada setelah pertumbuhan lengkap bakteri pendegradasi komponen minyak bumi yang mudah didegradasi.
Jenis Hidrokarbon yang Didegradasi Mikroba1. Hidrokarbon Alifatik
Mikroorganisme pedegradasi hidrokarbon rantai lurus dalam minyak bumi ini jumlahnya relatif kecil dibanding mikroba pendegradasi hidrokarbon aromatik. Di antaranya adalah Nocardia, Pseudomonas, Mycobacterium, khamir tertentu, dan jamur. Mikroorganisme ini menggunakan hidrokarbon tersebut untuk pertumbuhannya. Penggunaan hidrokarbon alifatik jenuh merupakan proses aerobik (menggunakan oksigen). Tanpa adanya O2, hidrokarbon ini tidak didegradasi oleh mikroba (sebagai pengecualian adalah bakteri pereduksi sulfat).
Langkah pendegradasian hidrokarbon alifatik jenuh oleh mikroorganisme meliputi oksidasi molekuler (O2) sebagai sumber reaktan dan penggabungan satu atom oksigen ke dalam hidrokarbon teroksidasi. Reaksi lengkap dalam proses ini terlihat pada gambar 1.
Gambar 1. Reaksi degradasi hidrokarbon alifatik
2. Hidrokarbon Aromatik
Banyak senyawa ini digunakan sebagai donor elektron secara aerobik oleh mikroorganisme seperti bakteri dari genus Pseudomonas. Metabolisme senyawa ini oleh bakteri diawali dengan pembentukan Protocatechuate atau catechol atau senyawa yang secara struktur berhubungan dengan senyawa ini. Kedua senyawa ini selanjutnya didegradasi menjadi senyawa yang dapat masuk ke dalam siklus Krebs (siklus asam sitrat), yaitu suksinat, asetil KoA, dan piruvat. Gambar 2 menunjukkan reaksi perubahan senyawa benzena menjadi catechol.
Gambar 2. Reaksi degradasi hidrokarbon aromatik
Faktor Pembatas Biodegradasi
Kemampuan sel mikroorganisme untuk melanjutkan pertumbuhannya sampai minyak bumi didegradasi secara sempurna bergantung pada suplai oksigen yang mencukupi dan nitrogen sebagai sumber nutrien. Seorang ilmuwan bernama Dr. D. R. Boone menemukan bahwa nitrogen tetap merupakan nutrien yang paling penting untuk degradasi bahan bakar. Selain itu keaktifan mikroorganisme pendegradasi hidrokarbon juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti temperatur dan pH. Kondisi lingkungan yang tidak sesuai menyebabkan mikroba ini tidak aktif bekerja mendegradasi minyak bumi. Sebagai contoh, penambahan nutrien anorganik seperti fosfor dan nitrogen untuk area tumpahan minyak meningkatkan kecepatan bioremediasi secara signifikan.




Apa komposisi dari minyak bumi?
Kata Kunci: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis oleh EG Giwangkara S pada 24-05-2007
Oleh EG Giwangkara S.
Minyak bumi adalah campuran komplek hidrokarbon plus senyawaan organik dari Sulfur, Oksigen, Nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama Nikel, Besi dan Tembaga.
Minyak bumi sendiri bukan merupakan bahan yang uniform, melainkan berkomposisi yang sangat bervariasi, tergantung pada lokasi, umur lapangan minyak dan juga kedalaman sumur.
Dalam minyak bumi parafinik ringan mengandung hidrokarbon tidak kurang dari 97 % sedangkan dalam jenis asphaltik berat paling rendah 50 %.
Komponen HidrokarbonPerbandingan unsur-unsur yang terdapat dalam minyak bumi sangat bervariasi. Berdasarkan atas hasil analisa, diperoleh data sebagai berikut :
Karbon : 83,0-87,0 %
Hidrogen : 10,0-14,0 %
Nitrogen : 0,1-2,0 %
Oksigen : 0,05-1,5 %
Sulfur : 0,05-6,0 %
Komponen hidrokarbon dalam minyak bumi diklasifikasikan atas tiga golongan, yaitu :
golongan parafinik
golongan naphthenik
golongan aromatik
sedangkan golongan olefinik umumnya tidak ditemukan dalam crude oil, demikian juga hidrokarbon asetilenik sangat jarang.
Crude oil mengandung sejumlah senyawaan non hidrokarbon, terutama senyawaan Sulfur, senyawaan Nitrogen, senyawaan Oksigen, senyawaan Organo Metalik (dalam jumlah kecil/trace sebagai larutan) dan garam-garam anorganik (sebagai suspensi koloidal).
Senyawaan SulfurCrude oil yang densitynya lebih tinggi mempunyai kandungan Sulfur yang lebih tinggu pula. Keberadaan Sulfur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat, misalnya dalam gasoline dapat menyebabkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau berair), karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air.
Senyawaan OksigenKandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2 % dan menaik dengan naiknya titik didih fraksi. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama berhubungan dengan udara. Oksigen dalam minyak bumi berada dalam bentuk ikatan sebagai asam karboksilat, keton, ester, eter, anhidrida, senyawa monosiklo dan disiklo dan phenol. Sebagai asam karboksilat berupa asam Naphthenat (asam alisiklik) dan asam alifatik.
Senyawaan NitrogenUmumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah, yaitu 0,1-0,9 %. Kandungan tertinggi terdapat pada tipe Asphalitik. Nitrogen mempunyai sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum / getah pada fuel oil. Kandungan nitrogen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi. Nitrogen klas dasar yang mempunyai berat molekul yang relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer, sedangkan yang mempunyai berat molekul yang tinggi tidak dapat diekstrak dengan asam mineral encer.
Konstituen MetalikLogam-logam seperti besi, tembaga, terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic cracking mempengaruhi aktifitas katalis, sebab dapat menurunkan produk gasoline, menghasilkan banyak gas dan pembentukkan coke. Pada power generator temperatur tinggi, misalnya oil-fired gas turbine, adanya konstituen logam terutama vanadium dapat membentuk kerak pada rotor turbine. Abu yang dihasilkan dari pembakaran fuel yang mengandung natrium dan terutama vanadium dapat bereaksi dengan refactory furnace (bata tahan api), menyebabkan turunnya titik lebur campuran sehingga merusakkan refractory itu.
Agar dapat diolah menjadi produk-produknya, minyak bumi dari sumur diangkut ke Kilang menggunakan kapal, pipa, mobil tanki atau kereta api. Didalam Kilang, minyak bumi diolah menjadi produk yang kita kenal secara fisika berdasarkan trayek titik didihnya (distilasi), dimana gas berada pada puncak kolom fraksinasi dan residu (aspal) berada pada dasar kolom fraksinasi.
Setiap trayek titik didih disebut “Fraksi”, misal :
0-50°C : Gas50-85°C : Gasoline85-105°C : Kerosin105-135°C : Solar> 135°C : Residu (Umpan proses lebih lanjut)


google_protectAndRun("ads_core.google_render_ad", google_handleError, google_render_ad);
Jadi yang namanya minyak bumi atau sering juga disebut crude oil adalah merupakan campuran dari ratusan jenis hidrokarbon dari rentang yang paling kecil, seperti metan, yang memiliki satu atom karbon sampai dengan jenis hidrokarbon yang paling besar yang mengandung 200 atom karbon bahkan lebih.
Secara garis besar minyak bumi dikelompokkan berdasarkan komposisi kimianya menjadi empat jenis, yaitu :
Parafin
Olefin
Naften
Aromat
Tetapi karena di alam bisa dikatakan tidak pernah ditemukan minnyak bumi dalam bentuk olefin, maka minyak bumi kemudian dikelompokkan menjadi tiga jenis saja, yaitu Parafin, Naften dan Aromat.
Kandungan utama dari campuran hidrokarbon ini adalah parafin atau senyawa isomernya. Isomer sendiri adalah bentuk lain dari suatu senyawa hidrokarbon yang memiliki rumus kimia yang sama. Misal pada normal-butana pada gambar berikut memiliki isomer 2-metil propana, atau kadang disebut juga iso-butana. Keduanya memiliki rumus kimia yang sama, yaitu C4H10 tetapi memiliki rumus bangun yang berbeda seperti tampak pada gambar.
Jika atom karon (C) dinotasikan sebagai bola berwarna hitam dan atom hidrogen (H) dinotasikan sebagai bola berwarna merah maka gambar dari normal-butan dan iso-butan akan tampak seperti gambar berikut :


Minyak
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Minyak adalah istilah umum untuk semua cairan organik yang tidak larut/bercampur dalam air (hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik. Ada sifat tambahan lain yang dikenal awam: terasa licin apabila dipegang. Dalam arti sempit, kata 'minyak' biasanya mengacu ke minyak bumi (petroleum) atau produk olahannya: minyak tanah (kerosena). Namun demikian, kata ini sebenarnya berlaku luas, baik untuk minyak sebagai bagian dari menu makanan (misalnya minyak goreng), sebagai bahan bakar (misalnya minyak tanah), sebagai pelumas (misalnya minyak rem), sebagai medium pemindahan energi, maupun sebagai wangi-wangian (misalnya minyak nilam).
Daftar isi[sembunyikan]
1 Jenis-jenis minyak
1.1 Minyak tumbuhan dan hewan
1.2 Minyak bumi
2 Pengolahan minyak
3 Lihat pula
//
[sunting] Jenis-jenis minyak
Dilihat dari asalnya terdapat dua golongan besar minyak: minyak yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan (minyak nabati) dan hewan (minyak hewani), dan minyak yang diperoleh dari kegiatan penambangan (minyak bumi).
[sunting] Minyak tumbuhan dan hewan
Minyak tumbuhan dan hewan semuanya merupakan lipid. Dari sudut pandang kimia, minyak kelompok ini sama saja dengan lemak. Minyak dibedakan dari lemak berdasarkan sifat fisiknya pada suhu ruang: minyak berwujud cair sedangkan lemak berwujud padat. Penyusunnya bermacam-macam, tetapi yang banyak dimanfaatkan orang hanya yang tersusun dari dua golongan saja:
Gliserida dan atau asam lemak, yang mencakup minyak makanan (minyak masak atau minyak sayur serta minyak ikan), bahan baku industri sabun, bahan campuran minyak pelumas, dan bahan baku biodiesel. Golongan ini biasanya berwujud padat atau cair pada suhu ruang tetapi tidak mudah menguap.
Terpena dan terpenoid, yang dikenal sebagai minyak atsiri, atau minyak eteris, atau minyak esensial (BUKAN asam lemak esensial!) dan merupakan bahan dasar wangi-wangian (parfum) dan minyak gosok. Golongan ini praktis semuanya berasal dari tumbuhan, dan dianggap memiliki khasiat penyembuhan ("aromaterapi"). Kelompok minyak ini memiliki aroma yang kuat karena sifatnya yang mudah menguap pada suhu ruang (sehingga disebut juga minyak "aromatik").
[sunting] Minyak bumi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Minyak bumi
Minyak bumi merupakan campuran berbagai macam zat organik, tetapi komponen pokoknya adalah hidrokarbon. Minyak bumi disebut juga minyak mineral karena diperoleh dalam bentuk campuran dengan mineral lain. Minyak bumi tidak dihasilkan dan didapat secara langsung dari hewan atau tumbuhan, melainkan dari fosil. Karena itu, minyak bumi dikatakan sebagai salah satu dari bahan bakar fosil. Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak bumi merupakan zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi merupakan zat anorganik yang dihasilkan secara alami di dalam bumi. Namun, pandangan ini diragukan secara ilmiah karena hanya memiliki sedikit bukti yang mendukung.
[sunting] Pengolahan minyak
Minyak yang dijumpai di pasaran dapat berupa zat murni, tetapi umumnya adalah larutan/campuran. Proses pengolahan minyak murni (penyulingan / kilang minyak) biasanya mencakup pemisahan dari bahan-bahan residu diikuti dengan pendinginan (kondensasi). Proses pencampuran dengan bahan-bahan tertentu jika diperlukan dapat dilakukan setelahnya.
[sunting] Lihat pula